Catat konteks yang cukup agar peneliti lain dapat menafsirkan spesimen, mengunjungi kembali lokalitasnya, dan menilai pengamatan. Apa pun yang tidak dapat dinyatakan sendiri oleh catatan itulah yang akan hilang.
Penamaan lokasi dan koordinat
Section titled “Penamaan lokasi dan koordinat”Gunakan Site ID yang stabil untuk satu lokalitas pengumpulan, misalnya PAT-01. Simpan nama deskriptif, wilayah administratif, keterangan akses, dan penanda bentang alam pada kolom lokasi, bukan memampatkan semuanya ke dalam ID. Site ID yang ringkas tetapi deskriptif lebih mudah ditemukan saat memilih kegiatan pengumpulan. NAHPU otomatis menampilkan lokalitas lengkap pada tiap kolom setelah Anda memilih sebuah Site ID.
Beri nama koordinat secara konsisten di dalam satu lokasi. Misalnya, PAT-01-T01-START dan PAT-01-T01-END dapat menandai satu transek, sedangkan PAT-01-TRAP-001 menandai posisi perangkap. Dokumentasikan konvensinya dan makna tiap titik. Contoh-contoh ini adalah konvensi tim, bukan pengenal yang dibuat atau diwajibkan NAHPU. Setiap spesimen harus merujuk titik koordinat yang tepat; satu lokasi dapat memuat beberapa titik.
Georeferensi
Section titled “Georeferensi ”Simpan deskripsi lokalitas dan sumber posisinya. Banyaknya angka desimal saja tidak menjamin ketepatan.
Tulis lokalitas yang berdiri tanpa koordinat
Section titled “Tulis lokalitas yang berdiri tanpa koordinat”Tuliskan deskripsi lokalitas sekalipun Anda punya koordinat. Deskripsi itu adalah bukti mandiri untuk memeriksa sebuah posisi. Gunakan Precise Locality, hierarki geografi, dan Remarks untuk itu, dan buatlah cukup rinci sehingga tidak menyisakan tafsir kedua.
- Hindari rumusan yang kabur:
dekat,pusat dari, dan arah tanpa jarak sepertisebelah timur Temboan. - Tulislah
7,2 km timur laut Muara Sipongi lewat jalan darat, menyusuri jalur punggungan di atas Shelter II.
Deskripsi itulah yang menangkap koordinat yang salah belahan bumi atau tertukar antara lintang dan bujur. Posisi tanpa teks lokalitas tidak punya pembanding apa pun.
Selalu catat datum
Section titled “Selalu catat datum”Datum yang tidak dicatat atau keliru adalah salah satu sumber galat posisi terbesar. Pergeseran antara yang tercatat pada sebagian peta dan WGS84 berkisar dari nol hingga 5359 m: galat berskala kilometer yang muncul hanya karena satu kolom dibiarkan pada nilai bawaannya.
Kolom Datum NAHPU berisi WGS84 secara bawaan dan diekspor sebagai dwc:geodeticDatum. Periksa setelan datum pada unit GPS itu sendiri, jangan menganggapnya sudah cocok. Mengubah kolom Datum tidak mengonversi koordinat yang direkam dalam datum lain, begitu pula peralihan antarformat masukan yang diterima. Konversikan data semacam itu dengan perkakas geospasial sebelum diimpor, dan catat konversinya pada catatan.
Pertahankan semua desimal dari sumbernya
Section titled “Pertahankan semua desimal dari sumbernya”Memotong angka koordinat membuang ketepatan yang tak dapat dipulihkan. Perkiraan jarak di permukaan untuk tiap angka desimal:
| Angka desimal | Perkiraan jarak di permukaan |
|---|---|
| 5 (0,00001°) | 1,1 m |
| 4 (0,0001°) | 11 m |
| 3 (0,001°) | 111 m |
| 2 (0,01°) | 1.111 m |
| 1 (0,1°) | 11.111 m |
Satu jalur perangkap yang dicatat dengan dua desimal berada di suatu titik dalam radius sekitar 1,1 km: lebih lebar daripada jalur perangkapnya sendiri, dan cukup lebar untuk menempatkan PAT-01-T01-START dan PAT-01-T01-END di titik yang sama. GPS genggam khusus umumnya memberi lima angka desimal. Masukkan sebanyak mungkin desimal yang disediakan sumber koordinat.
Ambil posisi di tempat kegiatan berlangsung
Section titled “Ambil posisi di tempat kegiatan berlangsung”Ambil pembacaan di titik pengumpulan, bukan di kamp. Di NAHPU, ambil koordinat lewat kartu Device GPS di lokasi dan periksa hasilnya sebelum menerimanya. Pembacaan yang diambil belakangan di kamp menggambarkan kamp, kecuali Anda sengaja memasukkan pergeseran terdokumentasi atau posisi terkoreksi.
Ponsel kelas atas beberapa tahun terakhir merekam koordinat dengan ketepatan yang sebanding dengan GPS genggam khusus, sehingga mencatat langsung di NAHPU pada ponsel merupakan pilihan yang memadai. Kami tetap lebih menyukai GPS khusus untuk kerja lapangan karena baterainya jauh lebih awet. Bila tablet yang memuat proyek ditinggal di kamp, ambil pembacaan di lokasi dengan ponsel atau unit GPS, lalu masukkan kemudian dengan mencantumkan sumbernya.
Nyatakan pergeseran sebagai jarak terukur, jangan sebagai arah kompas. Ukur menyusuri jalur atau sebagai dua jarak tegak lurus dari sebuah bentang alam; cara itu menghilangkan ketidakpastian yang ditimbulkan arah kompas yang kurang presisi. Catat apakah jarak diukur menyusuri rute (by road) atau garis lurus (by air) — keduanya menggambarkan tempat yang berbeda. Gunakan penanda acuan yang tetap, seperti tengara permanen atau titik triangulasi, jangan titik singgah sementara atau kamp yang tak akan ada musim depan.
Untuk transek, catat kedua ujungnya sebagai koordinat terpisah, dan untuk itulah konvensi -START dan -END di atas. Satu lokasi dapat memuat titik sebanyak yang dibutuhkan protokol.
Tetapkan ketidakpastian dari pembacaan perangkat, lalu perlebar
Section titled “Tetapkan ketidakpastian dari pembacaan perangkat, lalu perlebar”Dua aturan yang bisa langsung diterapkan:
- Masukkan sekurang-kurangnya dua kali lipat ketepatan yang dilaporkan GPS pada saat pengambilan.
- Bila ketepatannya tidak diketahui, gunakan 30 m, nilai bawaan yang konservatif untuk pembacaan alat genggam setelah Mei 2000, saat Selective Availability dihentikan.
Alasan memperlebar angka perangkat adalah bahwa ketepatan yang dilaporkan mengandaikan kondisi yang jarang Anda dapatkan di bawah tegakan hutan. Merata-ratakan beberapa pembacaan pada satu posisi membawa penerima modern ke sekitar 3 m atau lebih baik, sepadan dengan beberapa menit di lokasi yang akan Anda kutip selama puluhan tahun.
NAHPU menyimpan Uncertainty (m) dalam meter bulat dan mengekspornya sebagai dwc:coordinateUncertaintyInMeters. Pengambilan lewat perangkat dapat mengisinya dari ketepatan yang dilaporkan sistem operasi.
Catat Elevation (m) dengan kehati-hatian yang sama. Elevasi GPS umumnya meleset 5 m atau lebih, dan model elevasi digital sering menjadi sumber yang lebih baik; bila Anda mengambil elevasi dari DEM atau altimeter, sebutkan pada catatan.
Bedakan ketidakpastian dan rentang spesimen
Section titled “Bedakan ketidakpastian dan rentang spesimen”Coordinate extent (m) pada spesimen menggambarkan rentang ruang spesimen terhadap titik yang dipilih, misalnya area pengumpulan yang diwakili satu koordinat. Ini berbeda dari ketidakpastian koordinat. Dokumentasikan makna dan cara pengukuran rentang yang dipakai protokol Anda.
Pemetaan Darwin Core NAHPU menjumlahkan nilai positif ketidakpastian koordinat dan rentang spesimen; bila hanya satu yang terisi, nilai itulah yang dipakai. Ini perilaku ekspor, bukan metode umum menghitung ketidakpastian georeferensi. Hindari menghitung rentang yang sama dua kali, dan periksa nilai hasil ekspor terhadap metode yang Anda dokumentasikan sebelum publikasi.
Catat siapa yang mengambil koordinat, dan bagaimana
Section titled “Catat siapa yang mengambil koordinat, dan bagaimana”NAHPU menganggap koordinat dicatat oleh ketua lokasi. Bila pembacaan diambil orang lain, sebutkan pada notes koordinat tersebut.
Catat metodenya di sana juga. NAHPU membawa notes ke dwc:georeferenceRemarks, entri verbatim ke dwc:verbatimCoordinates dan dwc:verbatimCoordinateSystem, serta GPS unit untuk perangkat yang dipakai. Kumpulan data yang tak dapat menjelaskan bagaimana koordinatnya dibuat tidak dapat dinilai ulang kemudian.
Tinjau titik hasil impor
Section titled “Tinjau titik hasil impor”Untuk CSV, TSV, atau Excel, petakan Latitude dan Longitude ke kolom derajat desimal melalui Edit column mapping. Tinjau pemetaan opsional untuk nama, elevasi, unit GPS, dan catatan. Periksa peringatan dan pilih hanya titik yang dimaksud pada Review coordinates sebelum menambahkannya.
Pengimpor lembar sebar menetapkan WGS84 dan tidak memetakan ketidakpastian. Mengingat kasus terburuk 5359 m di atas, pastikan sistem koordinat sumbernya sebelum impor, bukan sesudah; lalu periksa titik yang ditambahkan dan lengkapi metadata yang kurang. Baris yang berhasil terbaca bukan bukti bahwa titiknya menggambarkan lokalitas yang benar. Lihat impor koordinat.
Kegiatan pengumpulan dan pengamatan
Section titled “Kegiatan pengumpulan dan pengamatan”Buat kegiatan pengumpulan yang mencerminkan kunjungan atau periode pencuplikan dalam protokol Anda. Pastikan lokasi, tanggal, waktu, metode, dan personel pengumpul sudah benar. Menggandakan sebuah kegiatan menyisakan data lingkungan yang kosong, jadi masukkan pengamatan untuk kegiatan yang baru. Nilai astronomi dimasukkan secara manual.
Catat pengukuran dengan satuan yang ditampilkan, dan bedakan nol dari nilai yang tidak dicatat. Jelaskan perkiraan atau pengecualian pada catatan. Gunakan kolom khusus yang disepakati untuk pengamatan berulang, dan periksa ketersediaannya pada katalog serta penempatan yang relevan.
Sebelum meninggalkan lokasi, buka kembali beberapa spesimen mewakili dan periksa kegiatan, koordinat, identifikasi, ID lapangan, bagian spesimen, dan lampirannya. Catat pertanyaan yang belum terjawab selagi konteksnya masih ada. Inilah saat termurah untuk menahan kemerosotan itu, karena jawabannya masih ada di kamp, bukan di ingatan seseorang setahun kemudian.
Referensi
Section titled “Referensi”Chapman AD & Wieczorek JR (2020). Georeferencing Best Practices. GBIF Secretariat, Kopenhagen.
Zermoglio PF, Chapman AD, Wieczorek JR, Luo M-Y & Bloom DA (2020). Georeferencing Quick Reference Guide. GBIF Secretariat, Kopenhagen.
Michener WK, Brunt JW, Helly JJ, Kirchner TB & Stafford SG (1997). Nongeospatial metadata for the ecological sciences. Ecological Applications 7:330–342.
Gunakan panduan ini bersama protokol operasional terdokumentasi yang mencerminkan metode yang benar-benar dipakai.